Jumat, 04 Desember 2015

Jiwaku Damai

Hati yang merasakan jenuh, risau, galau, iri, dengki, resah dan lain-lain adalah indikasi bahwa jiwa tersebut sedang tidak sehat. Nah lalu bagaimana dan kemana berobatnya?

Penyakit fisik jelas tempat berobat dan siapa yang menanganinya. Sedangkan obat penyakit jiwa mungkin bisa dibantu oleh ahli spiritual atau tokoh agama misalnya, akan tetapi yang terutama adalah kesiapan jiwa itu sendiri untuk sembuh dan menjadi sehat dengan mengikuti resep yang ditawarkan oleh banyak opsi itu.

Sesungguhnya keserakahan tidak akan membawa kebahagiaan. Karena ia telah menorehkan luka dan penindasan kepada sesama. Dan hati yang tercipta untuk sebuah kedamaian "pasti" akan meresponnya dengan menanggung rasa "sakit" yang hanya dirasakan oleh pelaku keserakahan itu.

Jika kemudian kamu beranggapan bahwa dengan kelakuanmu yang semena-mena itu kamu merasa aman untuk hidup di dunia  ini dan masuk surga menurut anggapanmu, maka hal itu salah besar. Ingatlah, hanya kebodohan kita saja yang mengklaim demikian. Cobalah renungkan, apakah dunia ini diciptakan hanya untuk kesenanganmu saja ? Sementara orang lain hidup dalam penindasanmu ? Jika itu benar, maka bagaimana perasaanmu jika kamu sebagai orang yang tertindas? Dan pasti kamu akan mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Ya, karena kamu sudah dikuasai oleh angkara murka sehingga pola fikir pun akan tidak adil terhadap alam ini bahkan terhadap diri sendiri.

Jika hidup ini dianggap sebuah petualangan, kenapa kamu tidak memperhatikan kenapa kaum Muslimin itu setiap hari sujud lima kali, apa yang mereka dapatkan? Jika kita tidak tahu kenapa tidak mencari tahu? Kenapa kamu tidak berpetualang untuk mencari alasan mereka berbuat demikian ?

Hanya orang yang sudah mati hatinya yang berkeyakinan bahwa "Kekhawatiran hanyalah milik orang-orang yang bodoh". Bahkan kebenaran dari Tuhan pun ditertawakan dan menjadi bahan olok-olokan. Apakah kamu yakin bahwa ketika hidup di dunia ini berakhir kamu akan berada di tempat yang mulia dan penuh kegembiraan? Sementara kelakuanmu di dunia ini penuh dengan kejahatan? Jika demikian alangkah tidak adilnya Tuhan. Atau bahkan menurut anggapanmu Tuhan itu memang tidak ada? Nah, nah.... cobalah cari tahu tentang hal itu. Mumpung kamu masih hidup di dunia ini. Mumpung akal fikiran dan ragamu sehat dan waktumu masih luang untuk melakukan hal itu....

&

Tidak ada komentar:

Posting Komentar