Cara Hidup Senang dan Bahagia
Bicara senang atau bahagia, maka ini jelas perkara hati. Maka seharusnya kita setuju bahwa hal ini tidak berbanding lurus dengan banyaknya materi yang kita miliki. Artinya, bila seseorang itu kaya harta, maka tidak serta merta ia menjadi senang atau bahagia. Bahkan yang sering kita jumpai adalah banyak orang kaya yang merana dan kehilangan makna hidupnya lantaran jenuh tak mendapatkan lagi apa yang harus ia cari.
Nah sekarang cobalah kita mengamati bagaimana orang yang hilang akalnya mayoritas mengumbar senyum atau bahkan sering tertawa. Jika kita berfikir positif dan mencoba memahami perasaannya, maka pastilah ia sedang merasakan sesuatu yang menyenangkan hatinya. Meskipun tak ada satupun di antara kita yang bersedia untuk menjadi orang yang kehilangan akal. Ini jelas.
Jika kita fikir lebih mendalam, maka yang namanya senang dan bahagia itu adalah refleksi dari rasa puas karena jiwa kita telah rela terhadap suatu keadaan. Artinya, kunci perasaan senang tadi adalah kepuasan. Padahal yang namanya puas adalah relatif, apakah cukup dengan uang Rp. 1000, atau Rp. 5000, atau lebih banyak lagi. Nah makin tinggi yang kita inginkan maka rasa puas yang harus kita daki adalah semakin tinggi. Dan ini tentu memicu kelelahan jiwa untuk menggapainya apabila telah sampai pada angka tertentu yang sulit atau bahkan tidak mungkin dijangkau oleh kemampuan kita. Nah di sinilah letak persoalannya.....
Siapapun orangnya, dimanapun dan kapanpun, kerelaan dan bersyukur adalah kunci dan syarat mutlak untuk hidup bahagia. Meskipun kita memiliki harta sebanyak bumi dan angkasa, jika hati kita menolak untuk mensyukurinya, maka jangan harap bahagia itu akan datang. Maka bahagia itu sesungguhnya tidak jauh dari diri kita, bahkan ada pada diri kita. Bahkan setiap orang berhak dan mudah mencapainya karena semua itu ada di dalam hati setiap insan yang terbebas dari keserakahan....
&
Tidak ada komentar:
Posting Komentar